Jumat, 10 April 2009

Wisata Cirebon Perlu Dibenahi

Meski Cirebon memiliki beberapa obyek yang menarik, pariwisata belum bisa menjadi sektor unggulan yang mampu mendukung sektor- sektor lainnya. Agar mampu menarik kunjungan lebih banyak wisatawan dari luar daerah, sektor pariwisata harus melakukan banyak pembenahan.

Potensi Cirebon sebagai daerah wisata terbukti dengan adanya wisatawan dari luar kota maupun mancanegara yang berkunjung ke wilayah yang unik dan kaya budaya ini. Data Dinas Pariwisata Kabupaten Cirebon tahun 2000 menunjukkan, jumlah wisatawan domestik yang datang mencapai 4,3 juta orang. Dari jumlah itu, 88 persen melakukan wisata ziarah dengan berkunjung ke makam, antara lain makam Sunan Gunungjati, Makam Ki Buyut Trusmi, dan Makam Nyi Mas Gandasari.

Selain itu, masih ada obyek wisata lain berupa wisata alam dan wisata budaya. Wisata alam antara lain Goa Sunyaragi dan Pantai Ade Irma Suryani, sedangkan wisata budaya antara lain kampung batik Trusmi dan perayaan Maulid Nabi di keraton.

Namun, pengelolaan potensi wisata ini juga belum optimal, misalnya saja di obyek wisata makam Sunan Gunung Jati yang dikelola oleh keraton.

Meski pengunjungnya melimpah, tidak ada sistem tiket yang sebenarnya mampu mendongkrak pendapatan daerah. Sebagai gantinya, di banyak titik terdapat penarikan sumbangan yang besarnya tidak ditetapkan. Pengelolaan pariwisata juga belum terintegrasi secara optimal antara sektor satu dan sektor-sektor lainnya. Contohnya, sektor transportasi.

Beberapa jasa transportasi yang dihubungi mengaku tidak menyediakan paket khusus untuk wisata di daerah ini. Bahkan, di Cirebon tidak ada biro perjalanan wisata yang mudah dihubungi. Terbukti nomornya tidak terdaftar pada layanan pencarian data di PT Telkom.

Untuk meningkatkan kunjungan wisata, beberapa hotel bekerja sama dengan biro perjalanan wisata yang terletak di luar Cirebon. Petugas front office Hotel Kharisma Cirebon, Roswa, mengatakan, pihaknya menjalin kerja sama dengan beberapa biro perjalanan wisata, seperti Turin Travel dan Go Vacation. Biro travel itu berdomisili di Bali dan Yogyakarta.

"Setiap bulan ada wisatawan yang datang menginap, tetapi jumlahnya memang tidak terlalu banyak dibanding tamu yang kebanyakan dari instansi," ujar Roswa, Selasa (11/4). Menurut dia, Minggu ini pihaknya akan menerima rombongan wisatawan dari Belanda sebanyak 25 orang.

"Tetapi yang jumlahnya besar seperti itu hanya sesekali saja dalam setahun," katanya. Namun, dia tidak bisa memastikan berapa persentase tamu hotel yang merupakan wisatawan atau bukan. Dia mengatakan, sedikitnya kunjungan wisatawan ke daerah Cirebon disebabkan kondisi obyek pariwisata yang ada.

"Mungkin jumlahnya kurang banyak dibanding daerah lain. Dan dari segi keindahan dan kebersihan memang masih kurang," kata Roswa. Selain itu, Roswa menambahkan, infrastruktur jalan menuju sarana pariwisata merupakan syarat pasti untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Pengelola lokasi wisata dan pemerintah setempat perlu terus- menerus disadarkan. Jika lokasi dan daerah tujuan wisata dikelola dengan baik, dengan sendirinya para wisatawan bakal tertarik mengunjungi kawasan wisata itu. Sekarang, bagaimana kita menyikapi hal ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Template Design by SkinCorner from Jack Book