Jumat, 10 April 2009

Telaga Remis

Talaga Remis adalah sebuah Danau Alam yang terletak di desa Kaduela kecamatan Pasawahan, jarak dari kota Kuningan ±37 km, nama Talaga Remis ternyata mempunyai arti tersendiri, nama Talaga Remis tersebut diambil dari binatang sejenis Kerang bewarna kuning yang banyak hidup disekitar talaga, binatang tersebut dikenal dengan sebutan "REMIS".

Terdapat 8 telaga yaitu : Telaga Leat, Telaga Nilem, Telaga Deleg, Situ Ayu Salintang, Telaga Leutik, Telaga Buruy, Telaga Tespong, dan Sumur Jalatunda. Objek Wisata Telaga Remis menyimpan keanekaragaman flora dan fauna, terdapat kurang lebih 160 jenis tumbuhan diantaranya sonokeling, malaka, kosambi dan lain-lain. Salah satu daya tarik tempat ini adalah adanya satu jenis tumbuhan langka yaitu "Pisang Hyang".menjadi obyek wisata budaya yang cukup terkenal baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Talaga Remis merupakan perpaduan antara pesona alam pergunungan hutan serta air talaga yang jernih, bening laksana kaca didukung udara pergunungan yang sejuk menantang untuk berwana wisata menguak misteri hutan. Fasilitas yang tersedia adalah perahu motor, sepeda air, saung dan jalan setapak. Ditempat ini dapat pula bersantai dan menikmati jajanan yang tersedia.

Batik Trusmi Terus Bersemi

Ini yang saya suka dari para perajin batik. Mereka tak pernah punah, hanya bermetamorfosis, setidaknya untuk para perajin batik Trusmi. Dari buruh meningkat jadi juragan, sungguh sebuah pendidikan kewiausahaan yang berhasil.

Dari keterampilan yang berkembang dan diwariskan di keraton-keraton di Cirebon, perajin batik Trusmi kini menjadi sebuah industri yang khas. Industri batik yang dilakukan pengusaha batik dan para perajin rumahan ini didukung 35 showroom dan telah mendapatkan pembeli luar negeri dari Jepang.

Sayangnya tidak diceritakan peran pemerintah daerah dalam membantu industri batik di kampung ini yang telah mengangkat harkat warganya. Namun, dengan jalinan antara pembeli dan perajin yang telah terbina dengan baik, kita berharap batik Trusmi terus bersemi.

Terawang Kerajinan Batik yang Terus Bersemi… Oleh Elok Dyah Messwati Batik dan pembatik Trusmi punah? Itu cuma isu. Kalau ada motif-motif batik Cirebon atau motif keraton yang tidak diproduksi lagi, itu karena permintaan pasar turun, terutama untuk motif-motif itu. Pembatik Trusmi pun tidak punah. Mereka bermetamorfosis: dulu buruh batik, sekarang jadi juragan batik. Bukan punah…. Penjelasan itu meluncur tegas dari pembatik Cirebon bernama Katura. Lelaki paruh baya ini dinobatkan oleh para pengusaha Jepang sebagai pembatik nomor satu di Trusmi, Cirebon, Jawa Barat. Lelaki berusia 56 tahun ini pernah menerima penghargaan Museum Rekor Indonesia, 20 April 2005—dia membuat batik tulis bergambar cerita wayang Babat Alas Wanamarta terbesar berukuran 9 meter x 2 meter. Kampung Trusmi di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, adalah kampung pembatik. Ada beberapa desa pembatik, yaitu Trusmi, Wotgali, Kalitengah, Gamel, Kaliwulu yang berdekatan satu sama lain, yang kemudian dikenal sebagai Trusmi. Keterampilan membatik di Trusmi sudah ada sejak abad ke-14 dan berkembang di keraton-keraton di Cirebon, seperti Kasepuhan dan Kanoman. Para pembatik membuat batik bagi keluarga dan kerabat keraton. Namun, saat pemerintah akan menarik pajak batik bagi keraton, perajin batik dibubarkan. ”Batik di keraton itu bukan industri, melainkan untuk dipakai sendiri,” kata Juru Bicara Ratu Arimbi. Setelah pembubaran itu, para perajin batik kembali ke kampung masing-masing. Yang berkembang tinggal kampung Trusmi. Ada makam Buyut Trusmi di kampung itu dan dibangun sebuah masjid di sana. Di depan pintu masuk pasareyan (makam) Buyut Trusmi ada dua guci yang di dalamnya tertanam padi yang tidak pernah tua dan tak pernah mati, terus bersemi alias trusmi…. Itulah asal kata Trusmi. ”Showroom” bertambah ”Tersesat” di kampung Trusmi adalah suatu keasyikan tersendiri. Kita bisa keluar masuk kampung, melihat proses pembuatan batik di rumah-rumah pengusaha batik, sampai ke rumah perajin batik. Juga bisa keluar masuk showroom batik di kampung Trusmi yang jumlahnya, kata Katura, ada 35 buah. Anggota koperasi batik Budi Tresna di Trusmi ada 700 orang. Seperti pengusaha batik Tatan Tanyumi, pemilik ruang pamer Batik Bangun Jaya, dia memproduksi batik di rumahnya di Desa Wotgali. ”Saya sub-kan ke 20 perajin batik. Mereka punya 5-10 buruh batik. Para perajin datang ke saya mengambil bahan baku dari saya. Mereka menggarap di rumah,” katanya. Upah pembatik tergantung tingkat kesulitan motif. Contohnya O’on dan suaminya, perajin batik yang membatik di rumahnya. Mereka dibantu seorang buruh. Mereka memproses hingga pewarnaan. ”Saya dulu buruh batik sejak tahun 1983, sekarang kerja sendiri di rumah. Bahan dari Pak Badrun. Untuk batik cap saya dapat Rp 15.000-Rp 20.000 per lembar,” kata O’on. Jika Anda menyusuri gang-gang di kampung Trusmi akan terlihat pemandangan orang membatik di mana-mana. Di dalam rumah hingga di gang-gang. Itu hal lumrah. Katura mulai membatik sejak kelas IV SD. Tahun 1974 ia memulai usaha batiknya. Dia dibantu 26 buruh dengan upah mingguan, besarnya Rp 20.000-Rp 30.000 per hari tergantung keterampilan. Produknya 80 persen dijual ke Jepang ke delapan pengusaha. Harga batiknya Rp 200.000-Rp 4 juta per lembar. Di Jepang, kain batik dijadikan kimono, obi (stagen), hiasan dinding, atau baju. ”Mereka juga belajar membatik di sini. Mereka belajar, jadi tahu susahnya dan lebih menghargai,” kata Katura. Masalah yang ada di Trusmi sekarang, menurut dia, karena makin banyak ruang pamer sehingga harga batik pun bersaing ketat. ”Showroom tidak mau menaikkan harga karena takut kalah bersaing. Showroom lalu menekan perajin. Dulu perajin bisa menjual Rp 100.000, sekarang Rp 80.000,” tutur Katura. Kalau perajin menolak harga itu, pengusaha batik akan pindah ke pembatik lain. ”Ini memprihatinkan. Saya pernah order Rp 900.000 ke perajin, tetapi lalu saya beri Rp 1 juta. Untuk batik kasar Rp 80.000, saya beri dia Rp 100.000 karena saya tidak tega. Saya tahu susahnya kehidupan buruh batik,” katanya. Jika hal ini terus terjadi, kapan harkat hidup para perajin dan buruh batik Trusmi bisa meningkat? Jangan sampai upah yang tidak memadai itu menyebabkan batik Trusmi tak lagi terus bersemi…. Sumber: Kompas

Wisata Cirebon Perlu Dibenahi

Meski Cirebon memiliki beberapa obyek yang menarik, pariwisata belum bisa menjadi sektor unggulan yang mampu mendukung sektor- sektor lainnya. Agar mampu menarik kunjungan lebih banyak wisatawan dari luar daerah, sektor pariwisata harus melakukan banyak pembenahan.

Potensi Cirebon sebagai daerah wisata terbukti dengan adanya wisatawan dari luar kota maupun mancanegara yang berkunjung ke wilayah yang unik dan kaya budaya ini. Data Dinas Pariwisata Kabupaten Cirebon tahun 2000 menunjukkan, jumlah wisatawan domestik yang datang mencapai 4,3 juta orang. Dari jumlah itu, 88 persen melakukan wisata ziarah dengan berkunjung ke makam, antara lain makam Sunan Gunungjati, Makam Ki Buyut Trusmi, dan Makam Nyi Mas Gandasari.

Selain itu, masih ada obyek wisata lain berupa wisata alam dan wisata budaya. Wisata alam antara lain Goa Sunyaragi dan Pantai Ade Irma Suryani, sedangkan wisata budaya antara lain kampung batik Trusmi dan perayaan Maulid Nabi di keraton.

Namun, pengelolaan potensi wisata ini juga belum optimal, misalnya saja di obyek wisata makam Sunan Gunung Jati yang dikelola oleh keraton.

Meski pengunjungnya melimpah, tidak ada sistem tiket yang sebenarnya mampu mendongkrak pendapatan daerah. Sebagai gantinya, di banyak titik terdapat penarikan sumbangan yang besarnya tidak ditetapkan. Pengelolaan pariwisata juga belum terintegrasi secara optimal antara sektor satu dan sektor-sektor lainnya. Contohnya, sektor transportasi.

Beberapa jasa transportasi yang dihubungi mengaku tidak menyediakan paket khusus untuk wisata di daerah ini. Bahkan, di Cirebon tidak ada biro perjalanan wisata yang mudah dihubungi. Terbukti nomornya tidak terdaftar pada layanan pencarian data di PT Telkom.

Untuk meningkatkan kunjungan wisata, beberapa hotel bekerja sama dengan biro perjalanan wisata yang terletak di luar Cirebon. Petugas front office Hotel Kharisma Cirebon, Roswa, mengatakan, pihaknya menjalin kerja sama dengan beberapa biro perjalanan wisata, seperti Turin Travel dan Go Vacation. Biro travel itu berdomisili di Bali dan Yogyakarta.

"Setiap bulan ada wisatawan yang datang menginap, tetapi jumlahnya memang tidak terlalu banyak dibanding tamu yang kebanyakan dari instansi," ujar Roswa, Selasa (11/4). Menurut dia, Minggu ini pihaknya akan menerima rombongan wisatawan dari Belanda sebanyak 25 orang.

"Tetapi yang jumlahnya besar seperti itu hanya sesekali saja dalam setahun," katanya. Namun, dia tidak bisa memastikan berapa persentase tamu hotel yang merupakan wisatawan atau bukan. Dia mengatakan, sedikitnya kunjungan wisatawan ke daerah Cirebon disebabkan kondisi obyek pariwisata yang ada.

"Mungkin jumlahnya kurang banyak dibanding daerah lain. Dan dari segi keindahan dan kebersihan memang masih kurang," kata Roswa. Selain itu, Roswa menambahkan, infrastruktur jalan menuju sarana pariwisata merupakan syarat pasti untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Pengelola lokasi wisata dan pemerintah setempat perlu terus- menerus disadarkan. Jika lokasi dan daerah tujuan wisata dikelola dengan baik, dengan sendirinya para wisatawan bakal tertarik mengunjungi kawasan wisata itu. Sekarang, bagaimana kita menyikapi hal ini.

Selasa, 07 April 2009

Cerpen buatan Q

CINTAKU DI BAHASA INGGRIS

SMK Negeri 1 Kedawung, kini disibukkan dengan persiapan menghadapi Ujian Nasional dan tetek bengek lainnya yang menyangkut kelulusan siswa-siswanya. Seorang siswa, sebut saja namanya Dira, tak kalah sibuknya dari guru ataupun siswa lainnya.

Hari Rabu kemarin, dia dan semua siswa kelas 3 baru saja mengikuti TRY OUT 1, dan Jum’atnya hasilnya sudah dipangpang di MaBok yang disponsori oleh salah satu operator komunikasi handphone yang sangat terkenal di seluruh Indonesia. Dan ternyata…hasilnya sangat di luar dugaan semua siswa. Semula saat mengerjakannya, semuanya yakin sudah mengerjakannya dengan maksimal akan tetapi hasilnya sangat bertolak belakang dengan usaha mereka.

“ Ra, gimana hasilnya?”tanya Fandi

“ Hasilnya ya gak gimana-gimana…lumayanlah buat awal permulaan uji coba UN…Tapi aku gak puas nih…”

“ Emangnya elo dapet berapa sih?”tanya Fandi penasaran sambil melihat daftar nama. Fandi mencari-cari nama Dira Prayudha dan saat itu dia terkejut dengan apa yang dia liat.

“ Apa?! Busyet…Elo udah dapet 8,9,9 masih kurang puas?? Emangnya elo pengen semua pelajaran dapet nilai 10?”Fandi menggeleng-gelengkan kepalanya gak percaya dengan apa yang diliatnya.

“ Kenapa gak…kalo ada kesempatan dan usaha, semua bisa kok aku dapetin. Pokoknya TRY OUT 2, aku harus lebih dari itu.”

“ Ya terserah elo aja deh…Oh ya ntar kalo UN elo jangan pelit dong ama gue…Gue kan sohib elo…ya…ya…”Fandi mulai merayu, mencoba meluluhkan hati sohibnya itu agar gak pelit kalo UN dateng.

“ Aku gak bakal pelit kok…tapi aku pengennya sih kamu usaha dulu sebelum aku kasih jawabannya. Aku gak mau menjerumuskan teman sendiri.”

“ Oke…Thanks, Ra.”kata Fandi seneng dan langsung memeluk sohibnya itu, yang dipeluk malah kegelian.

“ Kamu apa-apaan sih Fan?”tanya Dira berusaha melepaskan pelukan Fandi karena malu diliatain ama banyak cewek.

Fandi malah nyengir kuda terus lari ke arah kantin, entah mau nyari ceweknya ato mau ngisi perut. Sementara itu, Dira masih memandangi hasil TRY OUT. Pandangannya tertuju pada sebuah nama, yakni Rezka Dwi Andara. Cewek yang selama ini telah membuatnya mengerti cinta dan merubah hidupnya menjadi lebih baik. Sebelumnya dia terkenal dengan anak yang paling malas dan sering bolos saat pelajaran dimulai. Tapi diam-diam dengan tingkahnya itu, Rezka menaruh perhatian lebih kepadanya.

Sebelumnya di hari Selasa saat pelajaran Bahasa Inggris dimulai…

“ Listening comprehension section. In this part of the test you will also hear…”

Itulah kalimat yang menjadi pembuka saat pelajaran listening dimulai yang diajari oleh Pak H. Ahmad Baehaqi. Saat semua siswa sedang serius dengan kalimat yang berbunyi lewat tape recorder, Dira datang dengan santainya tanpa dosa. Sontak Pak Baehaqi terkejut dan menanggilnya.

“ Assalamu’alaikum…”salam Dira.

“Wa’alaikumsalam…”jawab Pak Baehaqi kaget.

Pak Baehaqi memerintahkan seorang siswi untuk mematikan dulu tape recorder.

“ Anta ke sini?”perintah Pak Baehaqi.

“Ya, Pak.”Dira menghampiri Pak Baehaqi yang sudah memasang muka kesal, bingung dan dan kaget.

“ Anta tahu tidak ini pelajaran apa?”tanya Pak Baehaqi ke Dira yang sudah masuk dengan santai tanpa tau pelajaran apa sedang dimulai.

“ Tahu, Pak. Tadi saya habis disuruh guru untuk memphoto copy.”

“ Alasan…Anta tahu ini pelajaran saya, kenapa anta masih tetap saja masuk. Kalau anta telat, saya kan sudah ngasih tahu mendingan anta di luar saja dan tidak usah mengikuti pelajaran saya.”

“ Maaf, Pak. Tapi saya memang disuruh guru untuk memphoto copy.”

“ Sudah lebih baik kamu keluar dan minggu depan jangan ikut pelajaran saya.”kata Pak Baehaqi dengan nada agak membentak.

Dengan langkah lemas dan terpaksa, Dira pergi meninggalkan kelas. Sepulang sekolah, Rezka menghampiri Dira yang ada di belakang toilet. Di sana dia diam dan menyandarkan kepalanya di tembok. Dia gak kepikiran akan diusir oleh Pak Baehaqi saat pelajarannya. Rezka menghampirinya dengan memberikan kertas foto kopi soal Bahasa Inggris yang dibagikan tadi.

“ Tadi Pak Baehaqi gak bermaksud ngusir kamu. Dia cuma ingin bertindak adil kepada murid-muridnya. Dia menitipkan soal ini untuk kamu. Katanya, kalo kamu mau ikut pelajarannya lagi, kamu harus mengerjakannya dan harus benar 90%.”kata Rezka sambil menyerahkan naskah soal dan duduk di sebelahnya.

“ Pak Baehaqi ngomong gitu?”

“ Iya. Dia tau kalo kamu sekarang sudah berubah dan mulai serius dengan pelajarannya. Jadi dia nyuruh kamu ngerjain soal ini.”

“ Tapi aku mana bisa benar 90%.”

“ Tenang aja. Aku akan bantu kamu kok. Yang penting kamu kerjain aja soal ini.”

“ Kalo gitu sekarang aja. Mumpung aku masih semangat nih buat belajar.”kata Dira bersemangat.

“ Boleh.”

“ Yuk…”ajak Dira sambil menarik tangan Rezka.

Rezka kaget dan gak nyangka Dira akan memegang tangannya. Seketika Dira langsung melepaskannya dan meminta maaf.

“ Sori…Aku gak bermaksud buat megang tangan kamu…”kata Dira malu.

“ Gak apa-apa kok. Yuk pergi…”

Dira dan Rezka pergi ke kelas untuk mengerjakan soal Bahasa Inggris yang diserahkan oleh Pak Baehaqi. Di sana Rezka membimbing Dira mengerjakannya apabila ada soal yang sulit. Mereka terlihat akrab dan dekat.

“Eh, udah sore nih…Pulang yuk…”ajak Rezka

“ Oke…Lagian aku udah selesai kok ngerjainnya. Bentar ya aku beresin buku dulu.”

Dira memasukkan buku-bukunya ke dalam tasnya dan sekarang siap untuk pulang.

“Yuk…”

Dira dan Rezka pergi meninggalkan kelas dan kini ada di parkiran motor. Dira menawarkan Rezka untuk pulang dengannya naik motor.

“Aku antar ya.”

“ Gak usah. Aku naik angkot aja.”

“ Tadi kan kamu udah Bantu aku. Jadi untuk bales budi, aku anter kamu pulang ya. Mau ya?”

“ Tapi kita kan berlawanan arah.”

“ Gak apa-apa kok. Sekali ini aja buat awal persahabatan kita.”

Persahabatan? Aku kira ini awal dari ikatan cinta?”piker Rezka.

“ Kok ngelamun sih. Mau gak??”

Rezka menjawabnya dengan anggukan kepala. Dira mengantarkannya pulang.Mulai saat itu mereka berdua sering pulang dan berangkat bareng. Dan mulai saat itu Dira dan Rezka dekat dan akhirnya Dira nembak Rezka jadi pacarnya. Hubungan mereka dimulai dari Bahasa Inggris. Karena Bahasa Inggris dia menyadari pentingnya bahasa itu, karena Bahasa Inggris dia dekat dengan Rezka dank arena Bahasa Inggrislah dia jadi jadian sama Rezka.

Ujian Nasional tiba dan hasilnya telah dibagikan….

“Ra…”sapa halus Rezka membuyarkan lamunannya.

“Rezka? Udah lama?”

“Lumayan. Kamu kenapa ngelamun?”

“Aku ngelamun karena aku ingat awal kedekatan kita. Kamu masih ingat?”

“Oh…Bahasa Inggris??”

“Iya…Rez, makasih ya kamu udah ngerubah aku jadi bisa memahami pelajarn Bahasa Inggris dan pelajaran lainnya. Kalo gak ada kamu mungkin aku masih dikenal sebagai murid yang malas dan sering bolos.”

“Sama-sama…Oh ya kamu mau nerusin kuliah dimana?” tanya Rezka.

“Aku di universitas bahasa asing…kamu…”

Semua kelas 3 SMK Negeri 1 Kedawung lulus dengan nilai yang baik dan melanjutkannya ke perguruan tinggi.

SEMUA BISA BERUBAH KALAU KITA ADA KEMAUAN UNTUK MERUBAHNYA…

Senin, 06 April 2009

Plangon, Obyek Wisata Hutan Kera di Cirebon


PLANGON merupakan obyek wisata hutan kera di Cirebon, terletak di Desa Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Sebagai obyek wisata Plangon sering dikunjungi oleh wisatawan, baik masyarakat Cirebon sendiri maupun luar Cirebon.

Selain menawarkan habitat kera. Plangon memiliki nuansa alam yang indah dengan banyaknya pepohonan sebagai tempat tinggal para kera-kera. Dimana terdapat juga dua makam yaitu makam Pangeran Panjunan dan Pangeran kejaksan yang berada diatas bukit Plangon.

Tentunya bagi para pengunjung yang baru pertama kali ketempat tersebut, kesan seram memang terasa, selain
hutannya yang cukup lebat juga setiap gerak gerik kita akan diikuti oleh monyet-montet yang memang
terkadang sedikit jahil.

Bagi para pengunjung yang ingin berwisata ke Plangon, setidaknya pawang setempat harus ikut menyertai untuk
membantu jikalau monyet-monyet tersebut menjadi nakal.

Untuk bisa mencapai puncak bukit Plangon, biasanya para pengunjung terlebih dulu harus menaiki ratusan anak
tangga. Dan bagi pengunjung yang ingin berwisata ke Plangon, disarankan untuk membawa makanan atau
kacang-kacangan yang akan diberikan kepada monyet-monyet.

Menurut penduduk setempat dimana setiap puluhan anak tangga hingga mencapai bukit Plangon, terdapat enam
wilayah yang dikuasai oleh para jawara-jawara monyet yang berbeda.

Sebagai obyek wisata Plangon merupakan obyek wisata yang berbeda karena mengandung perpaduan antara
nilai-nilai sejarah dan nuansa alam yang indah serta habitat monyet.

Template Design by SkinCorner from Jack Book